Artikel

Orang jawa bilang wong nandur iku bakale ngunduh


Menanam adalah suatu kegiatan melestarikan atau membudidayakan tanaman dengan harapan untuk memperoleh hasil.Jika kegiatan menanam tidak dilakukan maka kegiatan memanen sudah pasti tidak dilakukan.Orang menanam bibit padi sudah pasti akan memanen padinya, orang menanam jagung sudah pasti akan memanen jagung, orang menanam singkong sudah pasti akan memanen singkong, dan tidak mungkin menanam alang-alang akan memanen padi.

Menanam di atas adalah kegiatan dalam arti yang sesungguhnya . Dalam kehidupan manusia sehari-hari menanam juga bisa diartikan hal lain yaitu dalam hal perbuatan dan tingkah laku. Orang jawa bilang wong nandur iku bakale ngunduh yang artinya orang yang menanam itu suatu saat akan memanen.Ini berarti bahwa setiap yang kita tanam pasti kita akan memperoleh hasil yang kita tanam tadi.Orang menanam kebaikan sudah pasti akan memanen kebaikan juga, tetapi sebaliknya orang yang menanam keburukan akan memanen keburukan juga.Segala perbuatan yang kita lakukan akan berdampak pada diri kita sendiri baik di dunia maupun di akherat kelak.

Marilah kita selalu berusaha dengan sekuat tenaga untuk melakukan perbuatan yang baik, karena apapun yang kita lakukan pasti akan ada balasannya. Dalam Al-qur’an juga disebutkan bahwa “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah (biji atom), niscaya dia akan menerima (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah (biji atom) pun, niscaya dia akan menerima (balasan)nya.”(QS. Al-Zalzalah [99]:7-8).

Iklan
Artikel

Belajarlah sebelum kamu jadi apa-apa


Ketika kita masih kecil sampai remaja masih waktunya untuk mengisi ilmu, terkadang kita bermalas malasan dalam hal belajar atau menuntut ilmu baik itu ilmu agama maupun ilmu umum, apalagi kalau di lingkungan tempat kita tinggal tidak mendukung terhadap hal ini, maka kalau kita mengikuti arus dilingkungan pergaulan yang tidak baik itu, tentu akan sangat merugikan, seperti suka cangkruan di warung sampai larut malam, siangnya cangkruan lagi sampai sore dan itu terjadi tiap hari sehingga tidak terasa seiring berjalanya waktu umur kita sudah bertambah.Lalu kita baru sadar ketika kita sudah dewasa apa yang sudah kita perbuat selama masa anak-anak sampai remaja dan apa yang sudah kita dapatkan selama ini.

Ketika dewasa kita akan menyadari ternyata belum mendapatkan pengalaman apa-apa selama ini, ketika kita menjadi seorang guru tapi belum tau cara mengajar yang baik, ketika kita menjadi pemimpin di masyarakat tapi tidak bisa caranya memberi sambutan yang baik pada suatu acara dan akhirnya kita perlu belajar lagi.

Belajar ketika kita sudah dewasa dan sudah menjadi pemimpin tentunya membutuhkan banyak ektra waktu karena banyaknya kesibukan yang harus kita urusi dan tentunya agak sulit untuk mendapatkan hasil yang maksimal, tapi tentunya harus belajar karena sudah tuntutan.

Maka marilah kita belajar dan terus belajar hal apapun ketika kita masih waktunya belajar supaya kita menjadi orang yang cakap ketika kita sudah menjadi pemimpin baik pemimpin masyarakat maupun pemimpin keluarga lebih lebih pemimpin diri kita sendiri.

Artikel

Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW


Hari kelahiran Nabi Muhammad SAW  di berbagai belahan dunia telah diperingati termasuk di Indonesia dari mulai pelosok desa sampai kota-kota besar. Peringatan Kelahiran Nabi Muhammad sebagai bentuk cinta kepada Beliau yang telah memberi penerangan kepada seluruh dunia dari jaman yang gelap.

Kelahiran Nabi Muhammad di berbagai belahan dunia diperingati dengan berbagai cara, seperti pembacaan Sholawat Albarzanji yang berisi tentang do’a-doa dan penceritaan riwayat Nabi Muhammad dari mulai anak-anak sampai diangkat menjadi Rosul, ada juga di Surakarta memperingati kelahiran Nabi Muhammad dengan nama sekaten, dan cara-cara yang lain yang ada di seluruh dunia sebagai bentuk dan ekpresi untuk selalu ingat dan cinta kepada Beliau. Selain dari pada itu semua bahwa kita sebagai umatnya Nabi Muhammad untuk selalu ta’at menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi larangannya serta menjalankan sunah-sunah yang telah diajarkan Nabi Muhammad SAW .

Bila kita menengok sejarahnya Nabi Muhammad disitu banyak pelajaran yang bisa kita ambil dan kita contoh, Beliau adalah pemimpin yang sangat sederhana dan berakhlak mulia, pemimpin yang berkarisma dan bisa memberikan tauladan dan panutan yang baik bagi umatnya.

Dalam Al-Qur’an Allah berfirman “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi, Wahai orang yang beriman ! Bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya (Al-Ahzab 56)”. Maka marilah kita untuk selalu bersholawat kepada Nabi Muhammad sebagai bentuk cinta kita kepada beliau dan mudah-mudahan kita selalu di berikan syafaatnya besuk dihari kiamat, Amiin

Artikel

Membaca Sholawat yuk.!!


Di suatu sore hari yang cerah dimana saya lagi santai-santai sambil duduk dan minum kopi di kursi dapur, tak lupa saya menyalakan radio, waktu itu ada acara pengajian disebuah chanel radio dan yang dibahas tentang membaca sholawat. Dalam pengajian tersebut ada sebuah cerita di suatu daerah, nama daerahnya kebetulan saya lupa, ada sebuah kuburan atau pemakaman yang letaknya di pinggir sungai, karena sungai lagi banjir besar maka terjadilah longsor, dalam longsor itu ada beberapa makam yang kelihatan isinya, dimana ada salah satu makam yang masih utuh jasadnya padahal usia makam itu sudah sangat lama, ada salah seorang yang bertanya kepada warga situ,’ itu makamnya siapa ? ‘ lalu setelah di telusuri, maka warga yang dekat situ menjawab ” itu makamnya orang jaman dulu, yang mana pekerjaanya membunyikan kentrung untuk mengiringi sholawatan”.

Dari cerita di atas kalau kita renungi bahwa sangat besar keistimewaanya sholawat, dimana dari cerita itu bahwa orang yang yang mengiringi sholawat saja bisa kayak gitu, apalagi yang mau membacanya. Tentunya masih banyak cerita-cerita lain yang berhubungan dengan keistimewaan membaca sholawat. Maka marilah kita semua cinta kepada nabi Muhammad SAW dengan banyak membaca sholawat kepada beliau supaya kita mendapatkan syafa’atnya sampai di hari kiamat.Amiin

Artikel

Dampak sering mengulur-ulur waktu


Kalau kita perhatikan dan direngungi, dalam kehidupan  sehari-hari sering kali kita menunda-nunda waktu baik dalam hal ibadah maupun dalam hal yang lainya. Waktu sangat berharga sekali ketika kita bisa menggunakan dengan sebaik-baiknya tetapi sangat merugi sekali ketika kita mengabaikannya, seperti pengalaman yang saya alami sendiri, ketika mau berangkat bekerja jam 08.00 wib ketika itu pas ada kegiatan seminar, karena bangunya kesiangan padahal jam sudah di alrm jam 07.00 wib dan sudah dengar alrm, kata ku “bangun nanti aja ah kalau sudah jam 7.30 wib”, karena keteledoran mengabaikan waktu, akhirnya bangun jam 08.00, la kesianga to “kataku”, dan  akhirnya berangkatnya kesiangan sementara kegiatan seminar sudah harus dipersiapkan, akhirnya sampai di tempat kerja kena marah sama atasan dan kegiatan seminar kurang berjalan dengan maksimal, akhirnya image di depan atasan jadi tidak baik.

Sekelumit cerita di atas adalah sebagian contoh ketika kita mengabaikan waktu yang berakibat fatal kalau kita tidah menggunakan dengan sebaik-bainya atau istilahnya mengulur-ulur waktu. Dalam pepatah arab bahwa waktu itu diibaratkan sama pedang, wah kok bisa ya?, memang benar kalau kita renungkan bahwa pedang itu sangat tajam, tetapi akan sangat berguna tatkala bisa menggunaknnya dengan terampil dan baik tetapi sebaliknya pedang itu sangat membahayakan kita dan tidak segan-segan melukai kita sendiri ketika kita tidak terampil dalam menggunakan pedang itu, seperti halnya waktu akan sangat berguna dan menguntungkan sekali ketika kita bisa memanfaatkan dengan baik, sebaliknya akan merugikan kita kalau tidak bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Dalam Haidits Rasulallah beliau bersabda “Gunakan masa mudamu sebelum datang waktu tuamu, gunakan masa luangmu sebelum datang waktu sibukmu, gunakan waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, gunakan waktu kayamu sebelum datang waktu miskinmu, gunakan waktu hidupmu sebelum datang waktu matimu”. Semoga kita diberikan kekuatan Oleh Allah yang maha kuasa untuk selalu bisa terampil menggunakan waktu dan bisa memanage waktu dengan sebaik- baiknya. amiin

Artikel

Sikap Toleransi Dalam Bermasyarakat


Ketika kita hidup dimasyarakat pasti kita akan saling berinteraksi dengan orang yang ada di lingkungan dimana kita tinggal. Dalam berinteraksi kita pasti akan berhadapan dengan bermacam-macam sifat manusia, seperti contoh kecil dalam sebuah lingkungan kos kosan mahasiswa dimana dalam kos tersebut dihuni dari berbagai daerah penjuru tanah air ada yang dari ngawi, jepara, blitar, bali, kediri, madiun dan lain-lain. Dari situlah maka akan muncul berbagai budaya,sifat yang unik .misal ada yang kalau berbicara selalu meledak ledak kayak petir, ada yang selalau mengkritik, ada yang selalu ketawa terbahak bahak, ada yang selalu pendiam dan pokoknya unik.

Maka dari berbagai macam kebudayaan tersebut agar terjadi kehidupan dan lingkungan yang harmonis diperlukan sikap toleransi. Lalu sikap toleransi yang bagaimana? begini gan, dalam suatu kultum alias kuliah tujuh menit di masjid Attarbiyah yang disampaikan oleh bapak Munirul Abidin beliau menganalogikan kehidupan bermasyarakat itu diibaratkan group musik yang mana didalam musik tersebut ada orang-orang yang masing-masing mempunyai tugas yang berbeda-beda dan bermacam-macam alat yang bunyinya berbeda beda, ada yang bunyinya ting, ada yang bunyinya tong , ada yang bunyinya jreng , lalu dari berbagai jenis bunyi yang berbeda tersebut dapat menimbulkan bunyi yang harmonis dan enak didengar, lalu bagaimana hal tersebut bisa menimbulkan suara yang harmonis? karena masing masing orang yang dikasih tugas dalam memainkan alat musiknya sesuai dengan proporsi yang telah di tugaskan itu, misal yang memainkan alat yang bunyinya ting, tong tidak boleh terlalu keras lalu yang jreng agak keras sedikit maka dari itu akan menimbulkan suara yang harmonis yang enak didengar oleh telinga.

Dari analogi di atas mari kita lihat kehidupan bermasyarakat dimana di dalamnya ada berbagai sifat manusia yang berbeda-beda maka akan terjadi kehidupan yang harmonis manakala orang orangnya selalu bersikap toleransi terhadap sesamanya.sekian

Artikel

Membiasakan Perkataan yang baik


Melakukan suatu perbuatan yang dilakukan berulang-ulang setiap hari dan akhirnya terbiasa, melakukan suatu perbuatan yang baik yang di ulang-ulang setiap hari maka akan terbiasa baik, tetapi sebaliknya melakukan suatu perbuatan yang jelek dan dilakukan berulang-ulang setiap hari maka akan terbiasa jelek, yang pada akhirnya menjadi sesuatu yang spontan dan dilakukan tanpa pemikiran terlebih dahulu.

Seperti halnya dalam berbicara atau berkata-kata, ketika kita membiasakan suatu perkataan yang baik, maka dengan spontan dan tanpa pemikiran maka yang akan keluar dari mulut kita adalah perkataan yang baik, misalnya dalam kehidupan kita sehari-hari ada seorang anak ketika kesandung atau kena benda tajam akan berkata ‘Innalillahi Wainna Ilaihi raajiuun’ atau Allahu Akbar, maka yang demikian itu berarti telah membiasakan yang baik, tetapi bila yang keluar adalah hal yang tidak semestinya keluar seperti misoh (perkataan jelek dalam bahasa jawa) maka telah membiasakan hal yang jelek dalam setiap harinya.

Lalu mengapa kita kok sebaiknya berkata yang baik? karena berkata yang baik merupakan ibadah, seperti hadits Rasul SAW  “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam. (H.R. Bukhari-Muslim)”.

Maka marilah kita membiasakan perkataan yang baik-baik supaya kita mendapatkan ridlo dari Allah SWT, dan semoga kita di golongkan oleh Allah dalam orang-orang yang selalu menjaga perkataan baik. Amin

Artikel

Walau banyak pilihan, tapi tetep pilih satu


Ketika manusia dihadapkan pada banyak pilihan, pasti manusia akan bingung karena diantara pilihan tersebut mempunyai keunggulan masing-masing dimana yang satu memiliki keunggulan yang tidak dimiliki yang lain.Kalau manusia ditanya untuk memilih pasti jawabanya pilih semua dan itu tidak mungkin kan?. Oleh karena itu bagaimana memilih satu tetapi setidak tidaknya bisa mencakup semua keunggulan yang ada. Seperti kisah nabi Sulaiman suatu ketika ditawari oleh Allah memilih antara ilmu, harta dan jabatan. Dan nabi Sulaiman memilih ilmu .Dari memilih ilmu akhirnya nabi sulaiman juga mendapatkan harta dan jabatan sebagai raja.

Seperti halnya ketika manusia ditanya memilih pendamping hidup pasti juga akan bingung karena diantara pilihan itu mempunyai kelebihan masing-masing.Dalam hadits Rosullah bersabda yang intinya bahwa wanita itu dinikahi karena empat perkara yaitu karena hartanya,kecantikanya,nasabnya dan karena agamanya maka jika ingin beruntung maka pilihlah agamanya maka kamu akan beruntung.

Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa dalam memilih sesuatu dan itu banyak pilihan maka pilihlah salah satu tetapi dari pilihan itu paling tidak bisa mendapatkan sesuatu yang lain walau tidak sepenuhnya.

Artikel

Ketika pendapat kita tak dihargai


Dalam suatu pergaulan baik dimasyarakat ataupun di tempat kita bekerja tentunya kita akan saling berinteraksi dengan orang orang yang ada di lingkungan tersebut.Tetapi dalam berinteraksi adakalanya perkataan kita didengarkan dengan sangat antusias dan adakalanya juga tidak didengar bahkan tidak dihargai sama sekali.

Ketika perkataan atau pendapat kita didengar dengan antusias tentunya akan sangat senang dan semangat, ide ide baru sudah barang tentu akan muncul, tetapi apabila pendapat kita tidak dihargai bahkan dibuat bahan ketawaan, padahal pendapat itu benar dan masuk akal, maka kita akan malas dan mangkel.

Lalu bagaimana sikap kita dengan hal-hal tersebut supaya tidak terjadi pertengkaran dan hubungan sesama teman tetap baik.
Mungkin yang perlu dilakukan
1.Tetap tenang dan diam adalah lebih baik
2.Tetap bergaul sebagaimana biasa
3.Tetap melakukan tugas yang diberikan atasan kepada kita.
4.Niatkan bahwa bekerja dengan setulus hati dan semata mata mencari ridho Allah.

Itulah beberapa tips penulis, kurang lebihnya mohon maaf, semoga bermanfaat dan tetep semangat

Dunia Anak

Pengaruh sikap dan perilaku orang tua pada anak


Anak-anak kita jangan dianggap sebagai anak kecil yang tidak tahu apa-apa, dibalik kepolosan dan keluguan mereka justru memperhatikan sikap dan perilaku orang tua, kakak bahkan guru yang ada di sekolahnya.

Biasanya kita malah kerepotan untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan mereka, padahal mereka hanya bertanya sepele, tetapi sulit bagi kita untuk menjelaskan jawabannya. Maka dari itu jawablah pertanyaan mereka dengan memberikan contoh secara konkrit atau nyata yang dialami mereka dalam sehari-hari. Contohnya: seorang murid bertanya kepada gurunya “kenapa bu guru sakit gigi?, bu guru gak pernah sikat gigi ya”, bu guru menjawab sambil tersenyum ‘”iya, bu guru habis makan permen tidak sikat gigi makanya jadi sakit gigi..anak kalau habis makan permen jangan lupa sikat gigi ya supaya tidak sakit gigi seperti bu guru”.

Pernyataan di atas bisa memberikan contoh agar anak-anak tidak lupa untuk menggosok giginya…semoga bermanfaat