Artikel

Pedang naga puspa


Kalau berbicara tentang pedang naga puspa saya teringat dengan sandiwara radio, dalam cerita itu bahwa pedang naga puspa adalah pusaka yang sangat ampuh dan mematikan bagi siapa saja yang terkena goresanya, dalam cerita itu saya teringat dengan kata-kata empunya bahwa jangan sampai pedang itu jatuh ke tangan pendekar yang berwatak jahat.

Dari cerita di atas kalau kita renungkan bahwa senjata seperti itu kalau sekarang diibaratkan adalah amanah, jika amanah itu dipegang oleh orang yang dapat dipercaya maka akan baik dan memberikan manfaat bagi orang banyak serta tidak membahayakan dan merugikan orang lain, tetapi sebaliknya jika suatu amanah jatuh kepada orang yang berwatak jahat maka akan membahayakan dan merugikan orang banyak.

Pemimpin adalah amanah yang diberikan rakyat, jika pemimpin itu bersih serta menjalankan apa-apa yang telah diamanatkan rakyat kepadanya maka suatu negara atau masyarakat itu akan hidup makmur dan damai, tapi jika amanah rakyat jatuh kepada pemimpin yang jahat dan dholim maka hancurlah negara itu.

Marilah kita senantiasa berdoa agar negara kita diberikan pemimpin yang adil yang bisa menjalankan amanah rakyat dengan baik. amiin.

Iklan
Artikel

Berbahasa yang sederhana


Akhir akhir ini lagi ngetren bahasa yang tinggkat tinggi dengan berbicara yang diintelek-intelekan padahal inti yang disampaikan sebenernya sederhana saja.

Fenomena tersebut adanya pemberitaan dimedia ada salah seseorang yang pada waktu  diwawancarai tapi menggunakan bahasa yang seakan-akan intelek dengan kata-kata dan istilah yang tinggi, tapi sebenarnya hal yang disampaikan sederhana saja, dan istilah-istilah yang digunakanpun tidak pas dengan yang disampaikan.

Kalau kita perhatikan dan kita rasakan orang lebih enak ketika mendengarkan pidato atau kuliah tapi dengan bahasa yang sederhana, mudah dipahami dan tentunya enak dicerna.

Saya teringat dengan seorang profesor namanya prof.suprayogo mantan rektor uin malang, beliau kalau berkata-kata atau memberikan ceramah selalu enak didengar dan dicerna setelah saya amati ternyata menggunakan bahasa yang sederhana namun pesan yang disampaikan sangat mengena, mendalam dan sampai dihati.

Maka berbahasa yang sederhana tapi mengena dan mendalam sepertinya lebih bagus dari pada berbahasa yang sok intelek tapi tidak nyambung dengan apa yang mau disampaikan.

Artikel

Iman itu seperti listrik


Tempo hari saya menyalakan televisi dan acaranya pengajian tombo ati, tema yang dibahas yaitu tentang iman.

Bahwa iman itu diibaratkan seperti listrik, kenapa kok demikian? karena tak bisa dilihat tapi ada dan bisa dibuktikan. Coba kita lihat lampu itu menyala sudah pasti itu ada listrik yang mengalir, kalau seandainya gak percaya coba dipegang pasti akan nyetrum.

Jadi iman itu seperti listrik, ketika listriknya besar dan kuat maka lampunya akan menyala dengan terang, tetap sebaliknya kalau nyala lampu itu redup maka listrik yang mengalir berarti redup juga. Begitu juga iman kalau pas semangat ibadahnya tinggi maka imanya lagi tinggi tetapi sebaliknya bila malas beribadah berarti imanya lagi surut.

Maka ketika iman lagi meredup berarti minta dices dengan cara menambah ilmu mengikuti pengajia-pengajian dan banyak merenung terhadap kekuasaan Allah.

Begitulah bahwa iman itu seperti listrik, tidak kelihatan. tp bisa dibuktikan. Wallahu a’lam bishowab.

Artikel

Saya berniat menulis lagi


Setelah sekian lama tidak melakukan tulis menulis akhirnya pada hari ini saya pingin menulis lagi.

Entah kenapa ketika saya berhenti menulis dan lama sekali tidak menulis rasanya berat sekali untuk memulai lagi, padahal banyak waktu luang yang terbuang dan itu seandainya digunakan untuk menulis pasti sudah banyak tulisan yang dihasilkan dan ternyata penyakitnya sangat sepele sekali yaitu rasa malas.

Seseorang kalau sudah terkena rasa malas pasti tidak akan menghasilkan apa-apa dan tiap hari akan diselimuti rasa tersebut. Kalu rasa malas ini tidak segera diperangi maka kita yang akan merugi.

Maka pada hari ini saya niatkan untuk membuka smartphon kemudian membuka aplikasi wordpress dan membaca bismillah saya memuli menulis lagi dan semoga bermanfaat, amiin.