Dunia Anak

Pengaruh sikap dan perilaku orang tua pada anak


Anak-anak kita jangan dianggap sebagai anak kecil yang tidak tahu apa-apa, dibalik kepolosan dan keluguan mereka justru memperhatikan sikap dan perilaku orang tua, kakak bahkan guru yang ada di sekolahnya.

Biasanya kita malah kerepotan untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan mereka, padahal mereka hanya bertanya sepele, tetapi sulit bagi kita untuk menjelaskan jawabannya. Maka dari itu jawablah pertanyaan mereka dengan memberikan contoh secara konkrit atau nyata yang dialami mereka dalam sehari-hari. Contohnya: seorang murid bertanya kepada gurunya “kenapa bu guru sakit gigi?, bu guru gak pernah sikat gigi ya”, bu guru menjawab sambil tersenyum ‘”iya, bu guru habis makan permen tidak sikat gigi makanya jadi sakit gigi..anak kalau habis makan permen jangan lupa sikat gigi ya supaya tidak sakit gigi seperti bu guru”.

Pernyataan di atas bisa memberikan contoh agar anak-anak tidak lupa untuk menggosok giginya…semoga bermanfaat

Iklan
Dunia Anak

Sayangilah Anak-anak kita


Anak adalah anugerah terindah dari Allah SWT, banyak diantara kita pasangan suami istri yang sudah lama menikah tetapi belum dikaruniai seorang anak. Di sisi lain pasangan yang dikaruniai anak malah seakan menyia-nyiakan anak tersebut.

Sebagai salah satu contoh jika ada masalah rumah tangga janganlah bertengkar dihadapan anak kita, karena hal itu bisa mengakibatkan seorang anak menjadi trauma dan ada juga yang meniru perilaku orang tuanya tersebut, seperti anak yang suka main tangan (memukul) pada temannya. Selain itu ada yang sampai mengakibatkan anak tersebut tidak mau sekolah, hal tersebut merugikan bukan!!!

Maka dari itu sayangi dan perhatikan anak-anak kita, jangan sampai anak menjadi korban dari masalah kedua orang tuanya…

Dunia Anak

Peran Orang Tua Dalam Perkembangan Anak


Orang tua mempunyai peran penting dalam perkembangan anaknya. Waktu belajar dan bermain seorang anak lebih banyak di rumah daripada di sekolah. Apalagi bagi anak-anak yang masih usia dini lebih banyak membutuhkan waktu dan perhatian orang tuanya.

Dampingi mereka dalam belajar dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar agar tidak salah langkah, karena anak kecil lebih cepat meniru dan menangkap semua perbuatan dan tingkah laku yang di lihatnya tanpa tahu hal tersebut benar atau salah.

Jadi ajarkan mereka dengan hal-hal yang baik dan didiklah dengan ketegasan bukan dengan kekerasan. Sekian..

Dunia Anak

Pekerjaan Yang Melelahkan, Tapi Juga Menyenangkan


Seorang guru Taman Kanak-Kanak itulah pekerjaan yang di anggap enteng. Sebagian orang berpendapat ‘’guru TK kan cuma ngajari nyanyi-nyanyi’’, tetapi tidak untuk saat ini karena lulusan TK di tuntut sudah bisa calistung (baca, tulis, dan hitung). Itulah pekerjaan yang agak berat dan melelahkan, karena masa kanak-kanak belum saatnya dituntut seperti itu, mereka masih saatnya untuk bermain.
Ada cerita yang menggemaskan ketika seorang anak diajari tentang alat indera, yaitu indera penciuman (hidung). Seorang guru bertanya ‘’hidung anak-anak ada berapa ?” dengan lugunya seorang murid menjawab ‘’ada dua bu guru’’ (sambil memegang hidungnya). Gurunya bertanya lagi ‘’lho kok ada dua, hidung kan cuma satu’’, murid menjawab ’’kan lubangnya ada dua bu guru”. Bu guru tersenyum sambil menjelaskan ‘’lubang hidung memang ada dua, tapi hidungnya cuma satu Nak’’ jawab guru tersebut.
Itulah celotehan anak-anak yang sejenak bisa melepaskan rasa lelah seorang guru TK. Wassalam…